17 JUN 2022 KECANTIKAN & PERAWATAN 2 MENIT DIBACA 161 DILIHAT

Stres Bikin Bau Badan?

Tak hanya faktor obesitas, hormon, kondisi medis tertentu, dan berkeringat, saja yang b bisa memicu bau badan. Stres pun bisa ternyata bisa menyebabkan bau badan, lho!

Mengapa bisa bau bau badan saat stres?

Stres adalah respons alami tubuh terhadap ancaman yang dirasakan, yang memicu aliran adrenalin, kortisol, dan hormon stres lainnya. Kondisi ini membuat suhu tubuh naik, mendorong kelenjar keringat untuk bekerja. Meskipun mungkin berbau, keringat stres sebenarnya tidak menghasilkan banyak kelembapan.

Deodoran atau anti-perspirant?

Salah satu cara mengatasi masalah bau badan adalah dengan menggunakan deodoran atau anti-perspirant. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda, lho.

  • Deodoran hanya menutupi bau keringat dengan bau yang berbeda.
  • Anti-perspiran mengandung bahan-bahan bisa memblokir pori-pori keringat sehingga mengurangi jumlah keringat yang dikeluarkan ke kulit.

Cara mengatasi bau badan tak sedap

Menjaga kebersihan tubuh seperti mandi 2 kali sehari dan mengganti baju setelah dipakai/berkeringat bisa membantu mengurangi pertumbuhan bakteri. Selain itu gunakan deodoran yang mengandung anti-perspirant agar lebih maksimal, seperti G&H PROTECT+™ Deodorant & Anti-Perspirant Roll-On.

G&H PROTECT+™ Deodorant & Anti-Perspirant Roll-On, merupakan deodoran berbentuk roll-on yang lembut memberikan perlindungan hingga 48 jam, tanpa menyebabkan iritasi atau perubahan warna kulit. Dilengkapi teknologi enkapsulasi yang akan melepaskan keharuman segar saat tubuh aktif.

Jangan lupa, kelola stres dengan meditasi, yoga, latihan pernapasan, atau kegiatan rileks lainnya.